secret pen

anak 5 tahun, ceria, penuh senyum, tapi jahil, dan sangat energik. pasti kerjanya main mulu, ia sangatlah semangat, hyper active, semua kenal deh sama dia. ayunan adalah permainan kesukaannya. siapa dia?

endang:”pak doni, dorong ayunannya dong”

pak doni:”oh iya endang, maaf ya bapak lagi sibuk”

endang:”yahh, kezel aku, ya udah deh”

ingat kan bahwa dia jahil. ya benar, dia meluapkan kekesalannya dengan melempar batu kecil yang dilumuri batu bercampur lumpur ke baju pak doni. pak doni hanya berbalik dan menatap manis si anak

pak doni:”anak manis, kamu nakal ya”

endang pun berlari sambil tertawa. dirumah endang sangat di sayang, bahkan oleh kakanya yang seorang foto grafer yang dikenal interovert.

febi:”mari sini kakak fotoin”

endang:”ahh kakak hentikan, matikan cahaya menyebalkan itu”

ibu:”endang, febi sini makan udah ibu siapin rendang loh”

febi:”yeeea, rendaaang, endang kamu kan masih bayi, makan bubur aja gih”

endang:”ibu lihat deeeh, kok kaka bilang muka ku mirip aspal jalan”

ibu:”heeh sudahlah febi, jangan begitu. ayo semuanya makan”

febi:”sini aku fotoin lagi, biar kalau sudah besar kamu bisa lihat wajah nakalmu”

endang:”dahh, aku makan rendang dulu ya, larii”

hari-hari yang menyenangkan didalam keluarga yang sederhana.

keesokan harinya febi ke sekolah, barang wajib yang ia bawa ke sekolah, ya seperti biasa. 1 buku tulis pelajaran multi fungsi 14 in 1 (14 mata pelajaran dalam 1 buku). 1 diary yang entah apa isinya. kamera pastinya, dan pena, ok siap ke sekolah. di sekolah dia melewati hari yang membosankan, sampai ada satu hal yang tiba-tiba membuat sekelas bahagia, gak sekelas juga sih.

siti:”eh, semua bu ani ngak masuk”

anak-anak:”yeeeaaaaay”

rosita dan kelompok anak-anak cerdas, eh sok cerdas:”yaaah, padahal udah persiapan presentasi, siap pertanyaan biar skakmat kelompok lain, nih ibu guru malah pake acara ngak datang. kalau bukan karena nilai udah gue omelin tu guru”

seperti biasanya para siswa mulai melakukan kegiatan random, ada yang main hp, baca komik, main game, ngobrol, ngaji, belajar, nyanyi, paca eh gak jadi, nobar, makan, dll.

rosita:” bisa diam tidak, gw lagi ngehafalin tugas nih”

anak-anak: (tidak peduli)

rosita: ” hssss, sebel deh gw, coba waktu itu gue masuk ke sekolah swasta unggulan itu, pasti gak kayak gini

ya febi dan 2 orang temannya, siska dan dono selalu berbincang tentang topik yang sama. detektif, kriminal, kasus-kasus yang sulit di jelaskan, ya tidak jauh dari situ lah.

febi:”eh siska, dono kalian dengar diberita ngak. masa ada anak pulang dari rumah berdarah darah sambil nangis. tapi padahal cuman luka kecil di punggung, darah nya itu sebadan. malah rambutnya botak setengah , abis itu rontok parah.

siska:”eh menurut gue ya, darah di anak itu adalah sisa-sisa darah dari tangan si penjahatnya. coba deh kalian liat lagi baik-baik, darahnya kayak di sapuhin pake tangan gitu. dan kayaknya rambutnya di tarik deh. ternyata ada psikopat juga ya di indonesia”

dono:”eh gak mungkin lah. emang ya lo habis nonton the detektif 2 terus mirip-miripin kasusnya sama kasus di dunia nyata, menurut aku itu darah si anaknya tapi anaknya dipukul, di jambak, dan di sayat”

mereka menghabiskan waktu untuk membahas kasus itu. tak terasa jam pulang pun datang. saat pulang, heboh berita tentang kasus seorang remaja wanita di bunuh dengan sadis dengan pena menancap di matanya, surat tertulis dengan tinta merah “jangan salahkan aku, tanya saja dia”. hanya ada satu saksi mata, yaitu pa doni. seakan tak percaya, tapi pak doni melihat bahwa yang membunuh gadis itu adalah anak seusianya.

polisi terus menyelidiki tetapi tanda tanda pelaku sangat sulit di temukan. seperti mafia yang sangat berpengalaman. orang orang pun menanyakan apa yang telah dilakukan polisi. kata kata hinaan dilontarkan di media sosial.

@ririn_14 “eh polisi kerjanya ngapain sih, kok kasus gini aja kerjanya ngak becus”

@ofc.riarisisnofake “jangan jangan oknum polisi lagi yang pelakunya”

@erwin3488 “polisinya capek, barusan nilang orang”

@devita_xx “eh kok cari sidik jari, dna dari keringat, sama tanda-tanda lain aja susah. bukannya kasus kasus pembunuhan kayak gini ngak nyampe 2 hari udah di temukan tanda tanda pelakunya?”

polisi seakan menghiraukan cemooh yang di dapat dari media sosial dan terus melakukan penyelidikan mengenai pembunuhan ini.

di rumah ibu, endang, dan febi sesakan terkejut dengan berita yang ada di tv

ibu: “eh itu kok…… ihhh ibu ngak kuat liatnya. febi ganti chanel tvnnya

febi: “tunggu ibu aku lagi liatin beritanya nih, biar update. ibu masuk aja dari pada pingsan ngak kuat liat beritanya

endang: “ibu kok itu cewenya mandi sirup stroberi

febi: “itu darah, dasar bocah”

keesokan harinya, sesampainya di sekolah, febi, siska, dan dono berbincang mengenai kasus pembunuhan itu.

siska: “eh menurut aku ya tulisan itu ngak dibuat pake darah deh, kan ngak masuk akal aja gitu ada pena malah di tancap ke mata. masa ngak nulis pake pena. satu juga ya, kenapa harus pena coba, bukankan gadis itu di tusuk juga pakai 2 jenis pisau, kenapa ngak pisaunya yang di tancepin. satu lagi ya ada luka memar di pinggang kirinya. kata polisi tidak ditemukan benda tumpul yang ditinggalkan pembunuh. senjata yang di tinggalkan juga cuman 2 pisau. padahal jika di pikir alat tumpul itu diameternya 1,5 meter. ya buat apa coba barang segede itu di bawa pulang.

dono: “eh lu udah jadi detektif profesional aja,datanya se detail itu wkwkwk

siska: “paan sih. ohh satu lagi, kalian liat ngak di tv kalau pak doni itu satu satunya saksi mata. katanya pembunuhnya remaja cewek, tapi masa seorang remaja bisa ngangkat benda tumpul itu. atau jangan jangan………

febi: “eh jangan gitu, kita kan ngak tau. lagi pula mungkin aja pembunuh sengaja meninggalkan pesan-pesan dengan perilaku anehnya

bersambung………………………………………………………………………………………………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.