blak-blakan soal pendidikan indonesia

Ok bicara soal pendidikan indonesia, hmm memang tidak ada habisnya. udah banyak website, blog, chanel youtube yang mengkritik soal pendidikan indonesia. kemdikbud main internet? apa jangan-jangan…………… sudah lah jangan pikir macam-macam (just kidding ma friend, saya disini untuk mengemukakan argumen saya, bukan untuk merendahkan pendidikan indonesia apalagi kemdikbud, salah satu cita-cita aku jadi menteri pendidikan loh, jangan negatif thinking). ok sekarang saya mau bicara soal pendidikan di indonesia, menurut saya. tapi saya juga mencari info dari internet.

hemm coba deh dari pada kalian cari yang tidak jelas di internet dan sudah punya waktu luang, boleh dong di cari di internet world education rank, liat sono kita urutan berapa. kalau malas cari liat gambar dibawah ini.

nyari indonesia? ok i wanna give you a hint. liat di warna merah. jadi ini tuh data pendidikan dunia yang diukur dari sains, matematika, dan membaca. gila ini yang kita banggain, ya perbaiki dong kualitas pendidikan indonesia, sekitar 20% dana APBN buat bikin apa? print buku paket yang ujung-ujungnya juga nyuruh siswa buat bikin tugas cari data sana-sini buat tugas yang ujung-ujungnya ngeprint juga (bcanda jangan anggap serius). sebenarnya uang kita cukup untuk pendidikan (mungkin), kurikulumnya ituloh. tapi kurikulumnya itu loh, kalian apa pada tau kurikulum 2013 itu cara belajarnya laen terus gaya memngajar beberapa guru seperti ktsp yang kurang aktif di kelas, jadi sinkron? ya tidak banyak sih memang tapi ngeselin tau.

ok lanjut, pendidikan di indonesia itu aneh, kita di ajar seperti saintis, ahli sejarah, ahli bahasa, tapi hal sepele seperti ke bank, planning, gimana caranya mencari teman, gimana caranya menghindari hoax, keuntungan tidak buang sampah secara spesifik dan bukan cuma pasang papan atau bahkan reklame jangan buang sampah sembarangan tapi tidak dijelaskan kenapa harus buang sampah pada tempatnya, tidak diajarkan untuk memilah sampah mana yang masih bisa dipakai dan mana yang sudah tidak bisa dipakai sehingga tidak dapat didaur ulang, pendidikan remaja, pendidikan tentang kesehatan mental. dan lain-lain. setelah itu ya pendidikan di indonesia itu terlalu cepat, maksudnya gimana, untuk 1 semester 6 bulan nih kita diajarkan bab kurang lebih 6-9 bab. ya gimana mau masuk tuh pelajaran, belum lagi tuh biasanya bab-bab terakhir selalu ketinggalan, kalau mau kejar sampai habis ya pelajarannya mana mau masuk, 1 semester itu guru juga pasti ada sakitnya ada absennya, nanti kalau UN kita yang susah, udah berjam-jam sekolah tidak dapat apa-apa karena bingung pelajaranya kebanyakan. harusnya nih di buat 1 semester itu cukup dibuat 2 bab aja, tapi diajarkan secara keseluruhan dan tidak ketinggalan juga diprektekin dan dijelaskan kenapa kita belajar rumus pytagoras,”emang lu tau fungsinya kita belajar itu” ya saya tidak tahu karena saya juga sekolah diindonesia yang tidak mengajarkan hal itu.

lanjuut. kamu tahu tidak kalau orang indonesia itu bisa baca tapi tidak dapat mengerti apa maksud bacaan itu, ini tuh bukti minim literasi. makanya jangan bingung kalau siswa di indonesia tahu pengertian dari sel tapi tidak tahu maksudnya, ini membuktikan kalau indonesia itu lebih belajar menghafal daripada belajar untuk mengerti. coba gitu biasakan membaca, dan siswa-siswa dikasih teks gitu lalu dijelaskan apa maksud teks itu ,jelaskan pendapat pribadinya tentang teks itu minimal, apa yang dapat dia pelajari dari teks itu, apa reaksi dan tindakan ketika melihat perilaku sesuai teks itu, 2 lembar (contoh loh). biar melatih anak indonesia berfikir kritis dan orang indonesia itu jadi tidak minim literasi.

apakah kalian pernah di beritahu kenapa kita belajar. kenapa harus belajar persamaan linear, hafalin hukum newton, hafalin pasal-pasal. “emang lo tau?, sotoy lo” ya seperti yang saya bilang tadi, saya juga tidak tahu. kenapa karena saya sekolah di indonesia yang tidak diajarkan hal ini. saya sih tidak mau panjang lebar membahas solusi dari masalah ini, ya kalian tahu lah ya apa yang harus di lakukan.

ok alasan-alasan selanjutnya ini alasan-alasan basic yang udah di bahas ulang kali oleh sebagian para influenser yang berfikir kritis, bloger, dan pipel-pipel. karena saya malas ketik kamu bisa melihat beberapa tulisan saya di bawah ini:

  1. kenapa sekolah tidak asik
  2. kenapa anak indonesia tidak kritis
  3. kenapa anak indonesia tidak minat membaca
  4. kenapa pendidikan di indonesia tidak maju

tidak seratus persen opini pribadi saya tapi kalau kamu mau lihat teken aja.

kenapa sih kita tidak dibikin seakan suka buku, suka belajar sejak kecil. ya karena itu salah pendidikan indonesia karena kita di tuntut untuk mendapat nilai yang bagus dan di buat seakan buku itu monster dan belajar adalah eksekusi mati, akibatnya siswa indonesia eneg banget belajar dan memilih smartphone karena “buat apa belajar kan bisa main game, hati senang hiduppun bahagia” ya itu mindset sebagian anak. ada yang sudah sadar sebenarnya tapi apakah para orang tua tahu betapa susahnya melepaskan candu hape, itu tuh adicted loh, ini tuh tidak ada bedanya sama narkoba. ok kalau kita bisa candu hape kenapa kita tidak bisa candu belajar? apakah bisa? ya saya hanya memberi ide, silahkan para orang psikologi dan apapun yang berkaitan untuk info yang lebih jelas. tapi menurut saya sih ini karena kita tuh sudah di biasakan main smartphone, coba buatlah buku menjadi satu-satunya hiburan saat kecil. itulah mengapa saya sangat mendukung untuk smartphone agar hanya di berikan saat remaja agar saat kecil anak-anak sudah terbiasa belajar dan baca buku. tapi ingat ya anak bukan mesin (ngerti lah ya apa maksudnya)

ok hal seperti pilih jurusan ipa-ips pun yang tadinya untuk memisahkan rumpun sosial dengan sains pun udah yaa gitulah…… yang pintar ekonomi malah ke ipa karena gengsi, ya ujung-ujungnya soshum juga kan. gila malas banget ngeliatnya. ini sih harus jadi pr buat penangguang jawab pendidikan di indonesia, soalnya ya keliatannya sepele, tapi ini tuh bikin pemisahan ipa ipas itu cuma main-main. bila perlu diadain tes psikologi biar tahu cocoknya di mana.

saya nulis tidak cuma sehari ya. saat paragraf ini di buat sedang ramai-ramai nya sistem zonasi. ya buat apa zonasi, siswa kan yang sekolah, yang menentuin dia mau sekolah ya dia sendiri, ya nanti yang tanggung jawab ya dia sendiri juga. mau rumahnya jauh kek ya kalau dia mau sekolah beda pulau ya kalau terlambat yang tanggung jawab ya dia. lagi pula ya zonasi tuh kalau mau dipaksapun masih tidak bisa diterapkan di indonesia karena kualitas sekolah masih belum merata. masa siswa mau nya sekolah yang layak tapi seakan di paksa sekolah di sekolah yang gentengnya bocor. ya ratain dulu dong kualitas sekolah gitu.

saya sih masih bingung ya sama guru yang masuk naroh tas kasi catatan lang sung keluar kelas. di tegor kek, ya maksudnya kewajiban guru kan mengajarkan ya dijelaskan materinya. buat kelas tersa aktif dan menyenangkan. ya kalau guru nya gitu ya jangan bingung kalau muridnya pada gitu juga.

sayang tidak sih kalau lab, perpus di konci. buat apa coba. ya itu kan fasilitas sekolah, ya biarlah siswa untuk menggunakannya. apakah lab dan perpus yang di kunci ini adalah salah satu cara sekolah karena tidak mampu menjaga keamanan fasilitas sekolah tersebut? buatlah peraturan atau tata tertib, kalau memang siswanya melanggar baru dihukum. ya bila perlu pasang sisi tv dan pembatasan jumlah murid yang masuk agar lebih aman gitu kalau memang mau dipaksakan untuk lebih aman.

apalagi yaa…… kayaknya segitu dulu. kalau ada tanggapan saran kritik mohon di komen ya. saya mengucapkan terima kasih sudah membaca blog ini dan maaf jika ada kesalahan atau ada kata-kata yang membuat tersinggung. saya sangat menerima tanggapan, tapi ingat sopan, jangan barbar, jangan rasis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.