passion atau skill

passion or skill, kalau ditanya harus pilih satu yang mana kamu pilih? banyak di internet, mendsos, atau media lain yang membahas hal ini tapi kebanyakan orang masih bingung. jadi singkatnya passion itu hal yang kita senangi dan tak akan bosan dilakukan, sedangkan skill itu ya kemampuan kita. kalau kamu menyenangi bola belum tentu kamu jago main bola, dan jika kamu jago melukis belum tentu kamu suka melukis. alhamdulillah buat kamu yang mempunyai passion dan skill yang sama atau sejalan, seperti kamu suka menulis dan mempunyai skill menulis yang baik. tapi ada beberapa orang yang bingung, bingungnya kenapa? ya mereka harus kejar passion atau fokus ke skill, ya serba salah jika hal yang kamu sukai belum bisa kamu lakukan dengan baik, atau kamu punya skill tapi itu tidak kamu sukai. kalau berfikir secara pendek hal ini sepele banget, tapi kalau kita pikir-pikir lagi hal ini menyangkut masa depan. biasanya orang yang berfikir seperti ini itu orang yang akan berkuliah atau kerja, tapi jika kamu memikirkannya pada saat itu, you make a big mistake. itu salah besar, kamu harus sudah memikirkannya jauh-jauh hari.mau itu di sma bahkan di smp, jika terlambat kamu sendiri akan menyesal. seberapa menyesalnya nanti? ya kamu pikirkan saja kamu sudah masuk kuliah dan salah jurusan, selama bertahun-tahun kamu akan belajar hal-hal yang tidak kamu sukai. setelah itu kamu akan bekerja di posisi yang tidak kamu sukai selama bertahun-tahun atau bahkan sampai pensiun, kehidupanmu akan penuh dengan stres, penyesalan, dan mungkin depresi (kalau sampai depresi itu sudah parah banget sih :D)

kita buat perumpamaan saja ya, ada seseorang yang bernama bobi, eh febi lebih bagus. ok febi aja, febi memiliki skill atau kemampuan di mata pelajaran kimia. ceritanya saking pintar kimia sampai-sampai orang-orang disekitar sudah menebak-nebak bahwa febi akan masuk jurusan kuliah yang berkaitan dengan kimia, dan jika dia bekerja sesuai skillnya itu dia akan menjadi orang yang sukses. tapi hal yang tidak diketahui febi sangat tertarik dan menyukai fisika, tapi masalahnya kemampuan fisikanya pas-pasan. masa-masa smp sampai sma mungkin tidak jadi masalah, tapi ketika akan memilih jurusan kuliah febi sangat bingung. mau pilih teknik kimia tapi tidak tertarik meskipun sudah punya skill, atau teknik elektro yang disukai tapi skill nya kurang. kalau kalian jadi febi apa yang akan kalian pilih.

kita kasi perumpamaan ya. kalau febi pilih teknik kimia dia memang sudah punya skill tapi dia tidak akan menikmatinya, lama kelamaan dia akan malas belajar karena kehidupannya sekarang hanya dipenuhi oleh kimia tidak seperti di sma (buat kalian yang nanya kok dia bisa tidak malas belajar kimia di sma, ya karena di sma itu banyak mata pelajaran jadi tidak cepat bosan). kalau dia pilih teknik elektro, ya mungkin dia akan senang dan rajin belajar. tapiii ada dua kemungkinan, karena dia suka jadi dia berusaha untuk belajar atau karena dia tidak punya skill jadinya putus asa deh. susah kan. oke sekarang kita bantu febi untuk mencari passionnya kenapa sih febi menyukai fisika padahal tidak punya skill. oh ternyata febi menyukai fisika karena fisika kelihatan asik dan keren aja jika menjadi ahli fisika, dan febi juga sangat mendambakan bisa pintar fisika. ok kenapa dia tidak punya skill di bidang fisika, oh ternyata cara mengajar guru fisikanya febi tidak cocok dengan febi, makanya febi hanya belajar fisika dari buku dan tidak ada yang menjelaskan konsepnya supanya febi paham. terus kok dia bisa pintar kimia padahal dia tidak suka, ternyata ibu febi adalah ahli kimia. jadi setiap pulang sekolah dia selalu dipaksa untuk diajari kimia oleh ibunya, ya meskipun dia jadi pintar kimia tapi passionnya bukan di kimia.

solusinya apa dong. ya mau tidak mau febi harus belajar fisika di orang yang tepat, kan di sekolah guru fisika bukan cuma 1 kan ya, jadi minta tolong aja. atau dia mencari cara belajar fisika yang cocok dengannya, kan udah ada modal suka dan tertarik sama fisika tuh. ok bagaimana dengan kimia, kan sayang dia sudah punya skill tapi di buang begitu saja. yaa solusinya sih pilih jurusan yang yang ada fisika sama kimianya, contohnya teknik pertambangan dan lain-lain.

jadi kalau ditanya pilih passion atau skill, ya digabung aja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.