ketika akal sehat sudah kuno. BULLYING

sumber gambar

Tak terasa zaman sudah semakin canggih. para milenial sudah mulai menggantikan gen x, para gen z juga sudah mulai dewasa. sekarang semua kalangan mulai dari anak-anak sampe yang udah tua aja sudah pakai hanphone. semua bisa mengakses apa saja. mau berita, video, musik, dll. bahkan seorang yang b aja bisa jadi terkenal dengan adanya handphone ini. Terutama gen z, yang kids zaman now ituloh. Banyak caranya dilakukan. apapun itu, yang positif maupun negatif. Biasanya sih kalau disekolah-sekolah itu mereka akan buat grup atau geng, ada juga yang menggunakan pengaruhnya sebagai senior atau nama keluarga. Tapi dengan demikian kehidupan mereka penuh dengan persaingan, tidak mau melihat orang lain bahagia. Tapi sekarang seakan sudah menjadi rahasia umum kalau perilaku-perilaku menyimpang banyak yang muncul dan menghiasi kehidupan para gen z. Entah mengapa perilaku ini terus marak bahkan banyak juga yang mengecamnya.

perbudakan telah dihapuskan, bukan berarti perlakuan tidak manusiawi pun ikut lesap. jika budak dipekerjakan untuk suatu tujuan dengan kebebasan yang dibelenggu. maka sekarang ini ada orang-orang yang lebih buruk nasibnya, seakan diinjak harga dirinya demi kepuasan pelaku. apa yang mereka dapatkan dari hanya membuat orang tersiksa, dan akhirnya sakit fisik dan mental? IDK, Tapi melakukan kegiatan yang merugikan, tidak ada gunanya, dan memdapatkan kepuasan semenit atau bahkan sedetik membuat mereka tidak lebih dari seorang bajingan yang hanya bertingkah sok jago di orang yang menurutnya lemah. apakah mereka tahu kalau orang yang tidak membalas itu karena dia tidak mau sama dengan mereka, dan bukan lemah rasanya tapi mereka merasa tidak berdaya jika harus melawan orang-orang tak tahu diri itu sendirian.

Bullying oh bullying, perilaku ini entah menggentayangi kehidupan moderen. seharusnya kehidupan moderen dihiasi dengan kemajuan, tapi perilaku kurang ajar ini menyimbolkan keterbelakangan di zaman moderen. tak tahu lagi dengan para pelakunya, memangnya mereka tidak punya kegiatan lain sehingga terpaksa harus melakukan kegiatan tak manusiawi itu. sekarang ada berbagai macam media sosial dan game, apakah itu tidak cukup untuk membuat sifat barbar orang-orang itu jinak? mungkin menjatuhkan derajat orang dirasa sangat memuaskan , like in heaven sampai addicted dengan perilaku itu. dengan hanya memukul, menjambak, memaki, body shaming, dan mengganggu membuat kamu orang tak tahu diri itu serasa puas? Jika ia mohon jangan tersinggung, tapi cuma pengan bilang buat pelaku bully kalau kamu tuh aneh. Manusia mana coba yang seperti itu. tak tahu malu!

Tak berbeda dengan dunia nyata, dunia maya pun bahkan bisa lebih sadis. cyber bullying, Entah sang pelaku udah sok kekinian dan menggunakan media sosial untuk membully. Kalau dulu para publik figur yang kena dan sudah kebal. sekarang siapa saja bisa kena. tahu tu kenapa, hanya mengupload foto bisa di ejek. Tak upload pun bisa diganggu. para pembully dengan muka yang ngeselin menyindir pelaku di IG story, di coment yang engak-engak, ataupun menulis status yang jelas menyinggung perasaan korban. lebih parah kalau sudah kirim foto yang mengganggu korban, baik diedit atau tidak, itu pasti menyakitkan korban. ya memang sih cyber bullying bisa dibalas dengan ketikan. Tapi para korban takut akan kena hal yang tidak-tidak baik disekolah maupun di lingkungan masyarakat (kalau tukang bully ada di sekitar). Kalian sudah tahu kan mental para tukang bully, kalau dibalas marahnya bukan main.

Ada juga yang membuat para pembully tambah tak tahu diri, karena banyak orang sering berfikir “mereka dari kalangan orang terpandang”. please deh hapus mindset itu dari kepala kamu, karena mereka adalah orang yang hanya memanfaatkan kedudukan keluarga. apa kontribusi mereka terhadap ketenaran keluarga mereka. orang yang hanya membuat malu keluarga dengan perbuatan sangat kurang ajar, tak pantas membawa jabatan keluarga untuk ketenaran dan akhirnya menggunakannya untuk menyiksa orang lain. hanya kata tak tahu diri yang bisa keluar jika melihat mereka berjalan berlenggak lenggok dengan sombong setinggi langit dan menyiksa orang yang katanya lemah, cupu, kutubuku, atau apapun istilah yang biasa mereka utarakan kepada orang-orang malang itu. tak pantas mereka menjatuhkan manusia. seperti binatang dibuatnya, tapi binatang pun tak dibuat seperti itu. jika dipikir binatang menyerang orang tanpa alasan yang jelas dan kurang masuk akal untuk menyiksa orang, jadi sudah tahu kan siapa yang binatang? gila saking marah gue sama tukang bully XD.

Dan satu lagi, meraka adalah orang-orang yang sok kekinian dan kebelet terkenal tapi tidak ada cara lain. Merendahkan orang supaya dianggap berkuasa. Semakin dikecam semakin menjadi-jadi, karena tujuan supaya terkenal apapun cara dan akibatnya. ya orang yang pikirannya terbuka pasti melihat mereka sebagai orang yang tak tahu malu. Mengapa tak sedikit saja hukum keras terhadap mereka. Apakah hanya karena mereka masih kecil. Mereka bukan berumur 4 tahun lagi, mereka juga bukan bayi. Hukum saja orang-orang seperti itu. minimal di karantinakan, supaya manusia mental hewan itu tidak berkeliaran bikin onar.

bosan hanya melihat berita pembullyan. melihat penampakan para pelaku, rasanya seperti ingin melempar gelas ke tv, udah di kecam tapi masih gak tahu diri. korban yang dirugikan seakan tidak mendapatkan keadilan. untung ada segelintir orang yang ingin membantu korban agar kembali bangkit menjalani hidup. Tapi diantara orang-orang baik itu apakah ada yang membantu untuk hanya pengakuan dan pujian? upss

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.