kenapa sebodoh ini?

sumber gambar

Kita hidup di negara yang yang sangat kaya, sayangnya kata damai dan aman sudah terpisah dari negara ini. Perbedaan yang dulu dibanggakan sekarang menjadi senjata penghancur negeri ini. Berbeda pilihan membuat orang terpecah belah. Perbedaan pilihan memang takbisa dielakan. Tapi cara masyarakat menanggapi perbedaan sudah sangat tidak manusiawi. Makian dilontarkan dari satu orang keorang lain. Hoax disebarkan untuk menjatuhkan orang lain. Menganiyaya rakyat sebangsa untuk kepentigan dan nafsu pribadi. Banyak kata yang bisa mengungkapkan kerusakan rakyat saat ini. Melihat kemajuan bangsa seperti hal yang mustahil. Kemajuan rakyat yang sangat kecil bahkan tak bisa dilihat dengan kacamata apapun

Apakah kita tidak sadar dengan cacian dan hinaan sering kita terima dari bangsa lain. Negara yang dulu disegani sekarang dianggap remeh. Tanah yang luas dengan kekayaan yang melimpah tidak cukup untuk membuat kita kuat. Apakah kita sebodoh itu? Jangan tersinggung dulu. Ini fakta, kita sangat tertinggal. Tak tahu mengapa banyak masyarakat overproud dengan kondisi seperti sekarang. Perpecahan, hinaan, kebohogan, keterbelakangan seakan tak terlihat sama sekali. Kita ditertawakan, jawabannya hanya senyum penuh kebanggaan. Apa yang mereka banggakan. Disaat negara rapuh bagaikan kayu dimakan rayap mereka sangat bangga dengan kondisi negara saat ini. Ini bukan nasionalisme. Jika memang cinta negeri kita harus khawatir dan takut, bukan terlalu bangga sehingga beranggapan tak perlu berbuat apa-apa. Kita dihancurkan secara tidak langsung. Menyisipkan kelicikan mereka kedalam jiwa rakyat. Membuat bangsa berhadapan dengan rakyatnya sendiri. Mau berbuat apa? Negara berdiri karena ada rakyatnya. Komponen dasar dihancurkan bagaimana negara ini mau bertahan? Tindakan demi tindakan, menahan kelelahan sambil menghormati bendera dianggap hanya hal tak berguna, tertinggal karena mengurus 260 juta orang yang sebagian besar masih belum sadar. Batik di claim marah besar, tak tau mengapa padahal mereka jarang menyentuh batik. Orang barat bilang “saya” rakyat bangga bukan main. Orang luar dengan prestasi yang banyak masih berusaha menambah, kita dengan prestasi seujung sendok bangganya tak ada yang bisa mengalahkannya. Sadarkah kita? Apakah kita masih mau mengelak saat mereka bilang kita bodoh? Kita tak harus marah, mari kita tunjukan bahwa mereka salah. Dengan apa yang kita miliki sekarang sebenarnya membuat mereka bukan apa-apa. Tapi kembali lagi kepada rakyatnya. Dari rakyatlah kita disebut bodoh atau tidak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.