CURHATAN anak SEKOLAH

Sumber gambar


Sekolah adalah tempat dimana kita menimba ilmu. Setiap hari dipagi hari kita dituntut untuk datang ke sekolah. Pergi ke sekolah saat matahari baru menampakkan cahayanya dan menghabiskan waktu seharian untuk belajar, hal ini berulang setiap hari. Setiap hari diawali dengan dinginnya keseriusan belajar bahkan belum sempat berbincang atau bercanda tawa dengan keluarga. Terdengar sangat simpel tapi apakah kita sadari sesuatu?Saat datang kesekolah lebih dari jam tujuh, bahkan hanya lewat dari lima menit kita dihukum. Ini bukan tentang kedisiplinan. Seribu satu alasan tak akan diterima jika terlambat. Apakah mereka tahu apa yang siswa alami di rumah? Apakah mereka tahu apa yang siswa alami di jalan? Kalau pun dijawab balasannya hanya berupa bentakan dengan balasan yang sangat tidak berpendidikan “banyak alasan kamu”. Apakah tak sekali saja kita dengarkan apa yang mereka alami sehingga terlambat. Alasan manusiawi yang dialami bahkan tidak diterima, dan akan menyalahkan anak itu sendiri. Apakah kalian pernah mendengar anak yang terlambat karena ketiduran diterima alasannya? Dan bahkan semua sudah tau apa jawaban jika alasan itu keluar dari mulut. Dituntut datang jam 7 dimana otak masih menyimpan dinginnya malam. Kehangatan keluarga bahkan belum terasa. Jika datang jam 7 dianggap sebagai bentuk pengajaran kedisiplinan, mengapa jam lain tidak? Apakah pelajaran harus diserap mulai dari dini hari?

Sepatu merah dilarang, baju harus seragam seperti anak kembar dengan alasan kesetaraan. apakah mereka tahu sepatu hitam bisa menjadi tolak ukur kekayaan? Apakah mereka tahu kalau baju seragam juga ada mereknya? Apakah dengan kain yang mengikat dileher membuat kita pintar? Apakah topi yang akan membuat kita menjadi hebat? Apakah kaus kaki putih membuat kita semangat belajar?Jawaban mereka tidak, itu hanya bentuk pendisiplinan. Apa gunanya kita kita terlalu ketat dalam hal pakaian. Biar setara? Atau justru memaksa rakyat miskin untuk membeli seragam. Menutup aurat, tidak norak, dan tidak mengganggu sudah cukup, Mengapa seketat ini? Hanya ada tanda tanya. Mengapa hanya menimba ilmu harus seperti ini. Adakah yang bisa menjawab apa gunanya dasi, topi, dan sepatu harus hitam? Kalau mau setara kenapa tidak memberikan perlengkapan seragam untuk anak tak mampu dan melarang anak kaya membeli seragam bermerek?

Hanya tanda tanya yang keluar. Mau diutarakan tapi takut diancam. Mereka hanya anak lemah, apa yang bisa mereka katakan. Rasa takut yang memaksa untuk melakukan peraturan yang tak penting. Sebenarnya terpaksa tapi mau bagaimana lagi. Demi menimba ilmu dan untuk masa depan mereka rela melakukan hal konyol itu.

Tak salah siswa menurahkan hati dan pikirannya, tapi mereka tak tahu apa yang mereka dapatkan dari itu. sesimpel itu memikirkan bahwa menggunakan baju bebas di sekolah tak apa. kalian tak tahu apa  gunanya serangam, topi, dasi, sepatu hitam, waktu ke sekolah yang sangat pagi. semua bukan hanya soal kedisiplinan, semua bukan hanya penyetaraan. apakah kalian tahu westrenisasi yang kalian dapat jika melakukan pembebasan yang kalian maksud itu. Mungkin saat kalian memakai seragam sekolah kalian menuntut menggunakan baju bebas tapi sopan. Apakah kalian tahu kalau itu terjadi maka dimasa depan anak kalian akan menuntut untuk memakai baju bebas sebebas-bebasnya? semua ini demi masa depan, demi membentuk pribadi kalian sebagai anak yang disiplin. Matikan ego kalian, ini bukan omong kososng. Seragam yang kalian bilang tak berguna dan jam sekolah yang kalian bilang tidak manusiawi adalah bentuk pendisiplinan. Kedisiplinan bukan hanya milik TNI, kerapihan bukan hanya milik polisi. Tapi semua itu adalah hak dan kewajiban kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.