ANAK INDONESIA DARURAT MORAL.

Gambar:Mary Pahlke from Pixabay


Anak adalah penerus bangsa ini. Di tangan merekalah ada harapan akan masa depan bangsa ini. Mereka wajib diberi bekal agar mampu bertahan di masa depan. Tapi jika melihat kondisi anak bangsa saat ini, seakan tak ada harapan lagi. Bukan rahasia lagi kalau anak indonesia sudah krisis akan moral. Berjoget, berhura-hura, berkata kasar seakan sudah biasa di tampakan oleh penerus bangsa. Indonesia darurat moral!. Harapan bangsa ini bahkan bisa menjadi senjata untuk menghancurkan bangsa ini. Apakah mimpi indonesia akan berakhir ditangan penerus bangsanya sendiri?. Hanya waktu yang bisa menjawab.

Secara tidak langsung dan perlahan-lahan sikap nasionalisme mulai memudar. Sopan santun hilang habis ditelan zaman. Krisis moral bahkan menjadi bahan bercanda orang-orang dewasa, mereka tidak menganggap serius hal ini. Hanya melihat perilaku minim moral dari anak bangsa dan tertawa terbahak-bahak. Kita berada di saat kesadaran di kalahkan oleh ego dan nafsu. Orang tua sebagai penanggung jawab anaknya bahkan tak acuh dengan darah dagingnya sendiri. Uang yang dicari, jabatan yang dikejar seakan membuat orang tua hanya memandang sebelah mata kehidupan anaknya. Membiarkan anak itu rusak akan apa yang dia dapat secara bebas melalui teman dan media. Saat orang lain terbuka akan perilaku minim moral dari anak, orang tua bahkan dengan segala kesombongannya menganggap anaknya tak berbuat apa-apa. Guru yang diistilahkan sebagai orang tua kedua seakan naik pangkat menjadi orang tua ke satu karena lebih tau akan moral anak.

Bagai mana tidak, internet telah menjadi makanan sehari-hari anak indonesia. Kehidupan dipenuhi dengan mencontoh perilaku yang tak baik. Kata kotor, pakaian minim, perilaku yang rusak seakan menjadi satu dengan jiwa anak bangsa saat ini. Siapa yang harus disalahkan? yang dilihat sehari-hari adalah yang harus disalahkan. Lambang 18+ hanyalah tempelan, semua anak dapat mengaksesnya dengan sentuhan jari. Dunia maya penuh kata kotor dilihatnya sehari-hari. Vidio yang tersebar diinternet dapat diakases, apapun vidionya. Guru sebagai pendidik sudah tak berdaya. Didikan moral untuk kebaikannya dibalas dengan jeruji besi padahal Hanya cubitan yang tak mengancam nyawa. Lebih baik diam dari pada harus menghabiskan waktu di dinginnya penjara. Itulah pikir guru saat ini padahal Bukan kekerasan yang diberikan. Lagi pula kekerasan bukan ancaman bangsa saat ini. Rusaknya moral penerus bangsa adalah ancaman paling besar. Apakah sudah terlambat untuk memperbaiki moral anak? Belum terlambat kecuali rusaknya perilaku terbawa sampai dewasa. Didiklah mereka dari sekarang. Guru harus diberikan wewenang penuh untuk mendidik moral anak. Orang tua harus peduli dengan anak. Jangan kasian jika dia menangis karena didikan, menagislah jika suatu saat anak itu akan hancur dimasa depan karena rusaknya moral. Media harus diperketat, jangan buat konten tidak pantas sebagai makanan sehari-hari anak bangsa. Jangan hanya fokus pada kepintaran, orang yang pintar tapi moralnya tidak ada itulah ancaman besar bangsa ini. Korupsi dimana mana buktinya. Semua pelaku korupsi adalah orang pintar tapi moralnya tidak ada. Sekarang kita sudah tau betapa mengerikannya bangsa ini jika penerusnya hancur akibat moralnya hancur. Mari kita buka mata kita, didiklah mereka agar harapan dan cita-cita bangsa bukan hayalan yang akan ditertawai bangsa lain.

Sekian dari saya. jika ada tanggapan, saran, dan kritikan jangan ragu untuk berkomentar.
Dan mohon maaf jika ada kesalahan………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.