Sekolah tidak asik, kenapa?

sumber gambar

Sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengajar. Subjek utama di sekolah yaitu siswa, merekalah yang di bentuk dan di ajarkan ilmu. Tapi sekarang ini kita hidup di zaman ketika siswa sebagai subjek utama di sekokah itu sendiri merasa bahwa sekolah adalah tempat yang tidak asik atau dengan kata lain membosankan. Tak salah memang mereka beranggapan seperti itu, sekolah-sekolah di indonesia itu memang membosankan. Hari-hari di lalui siswa dengan hanya mendengar guru berbicara dan melihat tulisan-tulisan. tapi kegiatan utama di sekolah memang begitu, apa yang salah? Tidak ada yang salah, tapi jika dalam proses belajar mengajar hanya melakukan kegiatan yang monoton pasti siswa jadi bosan. Sekolah harus di sediakan senyaman dan menyenangkan mungkin untuk siswanya, dengan cara membuat fasilitas yang khusus untuk hiburan sementada siswa di saat jam istirahat. Belajar setengah jam saja sudah melelahkan, apalagi pelajarannya 2 jam seperti yang diterapkan di sekolah-sekolah. Siswa tentu membutuhkan istirahat dan sedikit hiburan untuk melepaskan kejenuhannya. Hal ini bisa di realisasikan dengan cara membuat taman bermain, tempat seni dan olahraga. Kalau hal ini dilaksanakan pasti tidak ada yang namanya kata bolos.

Belajarnya terlalu serius dan tidak menyenangkan. Jika belajar dibuat menyenangkan, pasti siswa akan lebih suka belajar dan mungkin ketagihan belajar. Karena dengan membuat belajar menjadi hal yang menyenangkan akan membuat siswa tidak akan bosan belajar dan dapat menerima pelajaran dengan lebih mudah. Sekarang di sekolah belajarnya serius mulu, akibanya siswa bosan dan tidak bisa menyerap pelajaran

Jam belajar kelewatan batas. Jam belajar di sekolah untuk 1 mata pelajaran rata-rata 2 jam dan waktuya digunakan full untuk belajar. Akibatnya apa? Siswa-siswa jadi bosan dan bahkan sampai bolos. Harusnya belajar itu sesuai kemampuan anak-anak ya paling maksimal 1 untuk belajar dan sisanya untum praktek, bereksperimen, dan berdiskusi.

Siswa dipaksa mengikuti semua mata pelajaran. Apakah 1 siswa dapat menyerap semua mata pelajaran? Jawabannya tidak, karena siswa tidak mungkin belajar semua mata pelajaran bahkan yang tidak ia sukai. Harusnya siswa dapat memilih pelajaran yang ia sukau dan fokus pada mata pelajaran itu. Kan sekarang ada banyak tuh siswa yang bolos di satu mata pelajaran karena tidak suka mata pelajaran itu. Jadi hal ini harus menjadi perhatian juga

Gurunya terlalu tegas. Zaman sekarang, siswa lebih menerima dan mendengar temannya dari pada orang yang lebih tua seperti guru. Jadi Guru harusnya hadir sebagai sosok teman bagi siswa. Bukan menjadi sosok yang tegas. Cara menyikapi siswa dengan tegas sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Tapi bukan berarti guru menjadi sosok teman bagi siswa, maka siswa bisa seenaknya bersikap dengan guru layaknya temannya. Tapi yang dimaksud disini guru menjadi sosok teman bagi siswa dan juga tetap memperlihatkan martabatnya sebagai guru. Pasti dengan hal ini belajar siswa akan lebih menyenangkan

Sekian dari saya. jika ada tanggapan, saran, dan kritikan jangan ragu untuk berkomentar.
Dan mohon maaf jika ada kesalahan

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.