Kenapa anak 16 tahun tidak boleh pilih?

sumber gambar

Pemilu (pemilihan umum) adalah pemilihan yang dilakukan untuk memilih calon yang akan mengisi jabatan tertentu. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu syarat agar seseorang dapat memilih (coblos) adalah masyarakat indonesia yang berusia 17 tahun keatas. sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia no 12 tahun 2003 pasal 1 ayat 8 yang berbunyi “pemilih adalah penduduk yang berusia sekurang-kurangnya 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin”

Memang orang yang berusia 17 tahun keatas sudah di anggap matang dalam berfikir sehingga dapat memilih sesuai akalnya. Tapi pernahkah kita berfikir kenapa anak diantara 14-16 tahun tidak dapat memilih? Padahal pada usia itu anak-anak sudah bisa membenakan mana yang benar dan yang salah, dan juga usianya kan tidak jauh dengan usia 17 tahun.

Ada yang masih ingat asas luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil) yang artinya pemilih harus langsung memilih atau tidak di wakili, dilaksanakan secara umum artinya semua yang memiliki hak dapat memilih, pemilih bebas memilih siapa yang ia mau, calon yang dipilih di rahasia-kan oleh pemilih itu sendiri, pemilu di laksanakan denga jujur, dan pemilu juga dilaksanakan dengan adil. pada kasus ini anak yang masih dibawah umur meskipun sudah berakal (14-16 tahun) masih belum bisa memilih dengan baik, mengapa? Karena anak pada usia itu masih terikat pada orang tua dan pastinya anak tidak akan bebas memilih karena pasti anak akan dipaksa untuk memilih sesuai dengan kehendak orang tuanya, dan bukan kehendak ia sendiri. selain itu anak yang usianya masih sekitar 14-16 tahun masih bisa dipengaruhi orang lain bahkan temannya dengan secara langsung maupun tidak langsung untuk memilih sesuai kehendak orang lain. Meskipun anak dalam rentang usia tersebut sudah bisa membedakan yang baik dan yang benar anak-anak itu juga belum terlalu mengerti soal politik juga kepemimpinan dan menganggapnya kurang serius, kemungkinan mereka akan memilih secara asal-asalan.

Jadi meskipun anak 14-16 tahun sudah bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, tapi mereka masih belum pantas untuk memilih secara benar.  memang usia 17 tahun adalah usia yang dirasa sudah matang untuk berfikir dan dapat memilih sesuai asas luber jurdil.

Sekian dari saya. jika ada tanggapan, saran, dan kritikan jangan ragu untuk berkomentar.
Dan mohon maaf jika ada kesalahan………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.