kok anak indonesia tidak minat baca sih?

Photo by Caio Resende from Pexels

indonesia adalah negara yang tidak terlalu jaya dalam bidang pendidikan. hal ini diperparah dengan minat baca masyarakat indonesia yang sangat rendah,. indonesia sangat buruk dalam hal minat baca. angka melek huruf yang meningkat setiap waktunya tak menjadi acuan meningkatnya minat baca. upaya telah dilakuakan, segala macam usaha telah dikerahkan. tapi yang kita dapat adalah kenaikan sekecil pasir dan setelah itu penurunan sebesar batu. upaya yang telah dilakukan pemerintah tak dapat disalahkan, tapi upaya itu hanya membawa perubahan yang masih tergolong kecil. bukan rahasia lagi,keberhasilan upaya tersebut hanya bisa kita lihat dilayar kaca saja. tapi dalam kehidupan sehari-hari seakan tak terlihat. bahkan ada berita buruk bahwa minat baca semakin menurun seiring majunya teknologi. apakah teknologi dalang dari semua ini?. dan apakah tingginya minat baca di indonesia hanya omong kosong berupa film drama yang hanya fiktif belaka?

banyak sekali alasan mengapa angka minat baca indonesia masih saja rendah, alasan-alasan yang sebenarnya hampir disadari semua orang tapi tidak menjadi masalah. apakah alasan-alasan itu?

1. ada yang lebih asyik dari hanya sekedar membaca tulisan. buat apa baca buku kalau ada yang lebih asyik, itulah pemikiran anak-anak jaman sekarang. membaca buku hanya dianggap sebagai kegiatan melihat tulisan-tulisan hitam yang membosankan sehingga sedikit yang tertarik untuk membaca. padahal membaca memiliki kesenangan tersendiri yang pastinya juga dapat menambah ilmu

2. mendapat ilmu tidak hanya di dapat dari membaca, kan sudah ada yang lebih efisien dan praktis. ya memang benar kalau membaca kita akan mendapat ilmu. tapi kan sekarang ilmu juga bisa didapat dengan cara yang lebih efisien dan praktis, ya dengan internet. tapi kan di internet kita membaca juga kan, jadi kok bisa angka minat baca berkurang sih? memang kegiatan utama diinternet adalah membaca, tapi apakah orang memanfaatkan media tersebut untuk untuk membaca dan akan menumbuhkan minat membaca atau hanya untuk mencari apa yang kita mau lalu keluar dari internet, bahkan hanya buka website setelah itu copy dan paste untuk tugas sekolah tanpa membacanya sedikitpun

3. media untuk membaca tidak di manfaatkan. sebenarnya pada point ini saya ingin menulis”media baca yang berkurang atau bahkan tidak ada” tapi bahasa itu hanya bisa diutarakan jika kita berada di zaman dulu yang kalau tidak ada buku bukan berarti tidak bisa menumbuhkan minat baca. sekarang kan ada smarphone, bisa baca di ebook dan internet, tidak perlu buku manual. tapi ingat jangan seperti yang dijelaskan pada piont 2 buka internet, dapat apa yang kita mau dan keluar. baca di internet layaknya kita membaca di buku manual. tapi kan layar smartphone ada sinar birunya yang dapat merusak mata, gimana dong?. sekarang kan ada mode baca di beberapa handphone yang dapat menurunkan sinar biru, kalau tidak ada kan bisa di download.

4. tempat ramah membaca kurang. ya percuma aja kalau udah ada buku, keinginan dan minat baca tapi tempat untuk membaca kurang, minat bacanya kan jadi menurun atau bahkan hilang. perpustakaan aja gak terlalu banyak. tapi yang dimaksud disini adalah tempat ramah membaca, bukan hanya perpustakaan. kan bisa di buat taman baca, atau ruang khusus di tempat umum yang diperuntukan untuk membaca. dan juga ingat, di daerah-daerah juga di buat supaya merata

5. buku dianggap membosankan atau bahkan menakutkan. ya pasti semua orang sudah tau kalau disekolah yang menginginkan siswanya untuk membaca pasti caranya dipaksa. ada juga yang nyuruh siswa buka buku, ujung-ujungnya malah suruh hafal isi bukunya. kalau gitu kan siswa bukan tumbuh minat untuk baca malah membeci buku. lagi pula cara yang tepat adalah mengajak, membuat siswa penasaran dengan buku dan membiarkan ia beradaptasi dengan buku itu, pasti siswa akan lebih senang membaca.

6. lingkungan yang tidak minat membaca. Jangan harap kalau seseorang akan tumbuh minat baca jika lingkungan di sekitar tidak ada yang minat baca, ya kalau bisa pasti susah. kita semua tahu bahwa lingkungan yang mempengaruhi kita dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah/pekerjaan dan lingkungan masyarakat. tapi bagaimana kalau lingkungan yang mempengaruhi kita itu tidak ada minat baca, atau bahkan menjauhi membaca. pasti secara otomatis kita tidak akan tumbuh minat baca.

7.  Hanya bilang “Ayo Membaca”. Banyak sekali terjadi di kehidupan kita, sekolah bahkan pemerintah hanya menyuarakan ayo membaca, mari membaca dan sebagainya. Tapi tindakan secara langsubg kurang, atau bahkan tidak maksimal dan caranya salah. Harusnya sekolah, dan pemerintah mengambil langkah yang tepat. Memang ada juga sekolah dan daerah yang sudah mengambil tindakan untuk menyukseskan minat membaca, tapi hasilnya kurang memuaskan. Ingat juga orang tua pun harus berperan dalam membangun minat baca pada anak mereka.

itu alasan mengapa minat baca di indonesia rendah, jika anda memiliki solusi untuk masalah-masalah ini jangan lupa di komen ya

terimah kasih atas kunjungannya, dan maaf ya bila terdapat kesalahan, dan jangan ragu juga berkomentar jika terdapat kesalahan agar saya dapat membuat perbaikan dan blog ini akan terus berkembang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.