Drama : hadiah terakhir untuk sahabat

Photo by Peter Lewicki on Unsplash

hadiah terakhir untuk sahabat

Judul drama  :hadiah terakhir untuk sahabat

Sinopsis:

    Bercerita tentang seorang anak yang bernama kiki. Ia yang hidup bersama ayah ankatnya. Kehidupan mereka serba berkecukupan. Tapi kehidupannya yang berkecukupan itu tidak menyurutkan semangatnya untuk membantu ayahnya dalam bekerja. Selain bekerja, kiki tetap bersekolah. Kehidupannya di sekolah terbilang kurang baik. Kiki sering dimarahi gurunya akibat tidak disiplin dalam mengerjakan pr. Bagaimana tidak, waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan pr ia gunakan untuk membantu ayahnya. Kiki juga dibenci teman sekelasnya, khususnya hendra yang sangat membenci kiki. Tapi meski semuah teman kiki membencinya, ada seorang anak baru yang merasa kasihan atas perlakuan semua orang kepada kiki. Ialah putri, seorang anak yang nasipnya malang akibat sebuah penyakit yang membuatnya berbeda dari semua oteman sekelasnya, yaitu penyakit jantung bawaan. Putri juga adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Kiki dan putri menjalin hubungan pertemanan hingga persahabatan yang bahkan sangat erat dan mereka menganggap sahabatnya itu saudara kandung mereka. Tapi penyaki putri masih belum diketahui semua orang bahkan kiki sekalipun. Penyakit yang diderita putri sangat berbahaya, bahkan dokter sering mengingatkannya akan penyakitnya tersebut. Suatu hari kiki menyiapkan sebuah kejutan kepada putri atas kebaikannya selama ini. Tapi, karena ketidaktahuan kiki akan penyakit putri berbuah fatal. Setelah kiki mengejutkan putri, putri tiba-tiba pingsan. Pada saat itu juga, hendra yang melihat putri telah tergeletak di tanah langsung menuduh kiki tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun putri pingsan karena dikejutkan kiki, tapi ini adalah ketidak sengajaan. Karena tuduhan hendra kepada kiki, pak guru juga ikut menuduh kiki dan mebuat panggilan orang tua kepada kiki. Pada saat itu juga, putri langsung dibawah ke rumah sakit dan mendapat perawatan dari dokter. Saat di rumah sakit Hendra mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati kiki, pada saat itu juga kiki langsung keluar dari rumah sakit. Setelah itu dokterpun keluar dan hal yang ditakutkan pun terjadi, putri membutuhkan donoran jantung. Keesokan harinya ayah kiki dan kiki dipanggil, ayah kiki mengatakan bahwa ini ketidaksengajaan karena kiki anak baik. Pak guru yang mendengar itu langsung membantah kalimat yang diucapkan ayah kiki, pak guru menganggap kiki adalah anak yang  tak beretika karena pak guru belum tahu siapa sebenarnya kiki. Pada saat itu juga kiki menangis dan langsung keluar. Kiki menghampiri sebuah taman dan ia hanya memikirkan apa yang telah terjadi, tak sengaja dokter pun lewat. Kiki langsung menghampiri dokter dan menanyakan soal putri, dokter menceritakan apa yang terjadi pada putri termasuk soal donoran jantung kepada putri. Kiki bersedia melakukan donoran jantung kepada putri. Saat sebelum donoran akan dilakukan, kiki menitipkan surat kepada putri, dan donoran pun dilakukan. 1 bulan setelah kepergian kiki, putri membacakan surat terakhir kiki di kelas. Setelah membaca surat itu, hendra menyesal dan merasa bersalah atas kepergian kiki. Saat pulang sekolah hendra hanya bisa meminta maaf kepada ayah kiki dan mengakui kesalahannya.

Penokohan(watak):

1. Kiki : periang, sedikit tomboy, dan baik hati

2. Putri: lugu, pemalu, dan baik hati

3. Hendera: jahat, tidak suka melihat kesenangan orang lain, suka menuduh tanpa tahu sebenarnya

4. Ayah angkat kiki: penyabar dan baik hati

5. Pak guru: tegas dan disiplin

6. Dokter: membawakan sifat seorang dokter yang baik dalam membantu pasien

Drama

Ada seorang anak yang periang, sedikit tomboy, dan juga baik hati. Kebaikannya yang tak pernah di umbar membuatnya hanya dikenal sebagai anak yang pering dan tomboy tapi bodoh dan tak disiplin. Dialah kiki. Kiki hidup bersama ayah angkatnya yang hanya bekerja sebagai penjual pentolan. Uang dari pekerjaan ayahnya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Karena itu kiki selalu berinisiatif untuk membantu ayahnya.

Ayah:”aduh capek sekali, ayah pergi dulu ya”

Kiki:” eeh, ayahkan lagi capek, sini biar aku bantu”

Ayah”tapi kamu kan harus belajar dan mengerjakan pr, kalau tidak kamu dimarahin guru lagi loh”

Kiki:”sudahlah ayah, aku tidak punya pr”(kiki berbohong)

Ayah:”iya sudah, tapi ingat kalau sudah dekat jam sekolah kamu harus segera pulang dan bersiap untuk sekolah”

Kiki:”iya ayah tenang aja”

(kikipun menjual pentolan, meskipun cuaca panas ia tetap bersemangat)

Kiki:”pentolan-pentolan!!!, mari ibu pentolannya!!!

(pentolan pun habis di jual, tak disadari pada saat itu sudah dekat jam sekolah)

Kiki:”alhamdulillah pentolannya sudah habis”(kiki melihat jam)”hah sudah dekat jam sekolah”

(kikipun berlari keruma dan buru-buru menyiapkan perlengkapan sekolah)

Ayah:”jangan buru-buru, entar nanti ada yang ketinggalan lagi”

Kiki:” sudahlah ayah, tenang aja”

(kiki pun berlari ke sekolah, disaat yang sama ada anak baru di sekolah kiki. Ialah putri seorang anak yang nasibnya malang akibat sebuah penyakit, yaitu penyakit jantung. Putri juga seorang anak yatim piatu)

Pak guru:”assalamualaikum anak-anak”

Hendra dan siswa lain:”waalaikum salam pak”

Pak guru:”sebelum bapak memulai pelajaran, bapak punya satu berita untuk kalian”

(siswa-siswa bingung)

Pak guru:”silahkan putri, perkenalkan dirimu ke teman-teman”

Putri:”teman-teman, perkenalkan namaku putri safri, panggil saja aku putri, umurku 15 tahun, aku tinggal dijalan gang impres di panti asuhan”

Pak guru:”oke putri silahkan duduk”

(tiba-tiba kiki masuk kedalam kelas)

Pak guru:”eeh!!!, main masuk aja, kamu tidak lihat apa ada guru di depan

(kiki maju dengan ekspresi kesal)

Pak guru:”kamu ini kayak burunan lagi di kejar aja, gak peduli ada guru di depan”

Hendera:”tau tuh pak guru, udah malas, bodoh, gak punya etika, gak pantas dia sekolah di dini, huuu pecundang”

Pak guru:”sudah hendra kamu diam”

(putri melihat kiki dengan perasaan kasihan)

Putri:”kasihan sekali dia, sepertinya semua orang membencinya)

(saat itu juga kiki ingin duduk)

Pak guru:”eeh!!!, mau kemana kamu, mana pr kamu?”

Kiki:”astaga”

Pak guru:”jangan bilang kamu tidak buat pr”

Kiki:”emang gak buat”

Hendra:”hah ni anak udah gak sopan malah gak bikin pr!!!, emang gak tau diri”

(kikipun makin kesal bahkan ingin memukul hendra)

Hendra:”mau apa kamu, mau mukul!!!, sini jangan sok jagoan”

Pak guru:”sudah-sudah, hendra kamu diam, untuk kiki sebagai hukuman keliling lapangan sebanyak tiga kali”

Kiki:”isss, iya pak guru”

(kiki pun menyelesaikan hukuman)

Pak guru:(sedang mengajar)”pada masa itu belanda…”

Kiki:”udah pak, udah capek gue”

Hendra:”mending tambah satu putaran lagi, biar mapus nih anak”

Pak guru:”hendra!!!, diam kamu, kiki duduk di tempatmu”

(kiki kaget, ternyata tempat duduknya diduduki oleh putri)

Kiki::”siapa sih ni anak, ngapain kamu duduk di sini?”

Putri:”oh maaf ini tempat duduk kamu ya”

Kiki:”yaudah pindah sana”

Hendra:”kiki kamu ngapain sih, dia kan duduk duluan”

Putri:”sudah biar aku yang pindah”

(pak gurupun memberi tugas khusus untuk kiki karena tidak ada niali untuk pr nya)

Pak guru:”kiki, karena kamu tidak buat pr, maka kamu tidak ada nilai, tapi jika kamu mau ada nilai kerjakan tugas halaman 154 dari nomor 3 sampai 45”

Kiki:”kok banyak banget sih pak guru”

Pak guru:”kamu mau ada nilai tidak”

Kiki:”iya deh”

(putri yang melihat kiki langsung tergerak hatinya untukmembatu kiki)

Putri:”sini biar aku bantu”

Kiki:”ohh kamu mau kerjain, yaudah nih

(tugas kiki selesai di kerjakan kiki, dan pak guru meminta hasilnya)

Pak guru:”kiki mana tugas kamu”

Kiki:”ini pak guru”

Pak guru:”hmm bagus sekali hasinya”

Kiki:”iya dong gue gituloh”

(hendra yang tidak senang dengan pujian yang didapat kiki langsung menyindir kiki)

Hendra:”pasti bukan dia yang bikin, apa jangan-jangan dia suruh orang lain lagi”

Putri:”gak kok, itu kiki kerjain sendiri”

Pak guru:”ok kiki sekarang kamu punya nilai”

Kiki:”yee hore”

(pelajaran pun selesai, kiki dan putri pun berkenalan)

Putri:”oh maaf aku belum tahu nama kamu, nama kamu siapa ya?”

Kiki:”namaku kiki, panggil aja aku bowen”

Putri:”hah”(kebingungan)

Kiki:”emang aneh ya”

Putri:”ngak kok, nama aku putri

(merekapun berjabat tangan, berteman dan bersahabat. Saking erat persahabatan mereka bahkam mereka saling menganggap saudara kandung, taoi tidak ada yang menyadari persahabatan mereka)

(suatu hari, kiki menyiapkan sebuah kejutan untuk kiki sebagai tanda terimah kasih atas kebaikannya selama ini)

Ayah:”kamu kok kamu ko sibuk banget sih”

Kiki:”sudahlah ayah, ayah kerja aja”

(disaat yang sama di panti asuhan,putri sedang diperiksa oleh dokter)

Dokter:”ok putri ini obat kamu, minum dua kali sekali

Putri:”iya dokter”

Dokter:”oh ingat satu hal ini, kamun tidak boleh capek, merasa takut, atau hal-hal yang membuat jantungmu berdebat kuat”

Putri:”iya dokter akan aku usahakan”

(sesampainya di sekolah, kiki mengendap-endap dan ingin mengejutkan putri)

Kiki:”aduh dia liat gak ya”

Putri:”aduh kok kayak ada orang liatin aku ya”

Kiki:”hai putri!!! Ini hadiah untuk kamu”

(putri pun pingsan)

(niat kiki sebenarnya baik, tapi ia tidak tahu satu hal. Bahkan satu sekolah pun tak tahu. Putri pingsan karena penyakit jantungnya. Pada saat itu hendra yang melihat putri tergeletak di sana langsung menuduh kiki tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi)

Hendra:”hei semua, cepat kesini!!! Kiki bikin ulah lagi, sekarang putri korbannya

Pak guru:”ada apa ini, putri!!! Apa yang terjadi, kiki kamu sudaah keterlaluan!!!, besok paggil orangtuamu untuk menghadap ke kantor”

Kiki:”hah, tapi”

Pak guru:”tidak ada tapi-tapi”

(putri pun dibawah kerumah sakit)

Dokter:”maaf pak dan adik-adik, mohon tunggu di luar karena kami akan melakukan pemeriksaan”

(hendra pun memarahi kiki dan mengusirnya dari rumah sakit)

Hendra:”kamu nih ya, ga guna, malah bikin susah. Mau apa sih kamu. Pergi aja kamu dari sini dari pada bikin ulah lagi”

(kiki pun keluar dari rumah sakit, setelah itu pemeriksaan kepada putri pun selesai)

Pak guru:”bagaimana dok”

Dokter:”sangat berat mengatakannya, putri mengalami penyakit jantung bawaan, keadaannya sangat parah. Ia harus segera mendapatkan donoran jantung. Tapi mencari pendonor sangat berat dan pasti membayar pendonor membutuhkan biyaya yang tak sedikit”

Pak guru:”tapi setahu saya putri adalah anak yatim piatu, ia tinggal di panti asuhan”

Dokter:”ya kami tidak bisa berbuat banyak”

(keesokan harinya, ayah kiki dan kiki menghadap kekantor)

Pak guru:”maaf pak, anda sudah tahu kelakuan kiki”

Ayah:”saya sudah tahu, saya yakin ini ketidak sengajaan, putri adalah anak yang baik”

Pak guru:”apa!!! Anak yang baik, kelakuannya saja sangat tidak beretika”

(kiki yang merasa sakit hati langsung keluar dari kantor dan menuju sebuah taman, disana ia hanya bisa duduk sembari memikirkan kejadian ini)

Kiki:”aku tidak tahu harus berbuat apa, aku tida berguna,semua orang membenciku”

(tak sengaja dokter yang merawat putri lewat)

Kiki:”ini dokter yang merawat putri kan?”

Dokter:”iya ini saya, memangnya ada keperluan apa ya dik”

Kiki:”apa yang bisa saya lakukan untuk putri”

Dokter:”putri mengidap penyakit jantung, satu-satunya cara yaitu mendonorkan jantung untuknya”

Kiki:”kalau itu satu-satunya cara, saya bersedia mendonorkan jantungku kepada putri”

(kiki memberitahu kepada ayahnya kalu ia akan mendonorkan jantungnya untuk putri, ayah kiki hanya bisa mengikhlaskannya)

Kiki:”ayah, aku harus mendonorkan jantungku kepada putri”

Ayah:”tapi!!!”

Kiki:”ayah aku harus melakukan ini, karena perbuatanku kiki sekarang seperti begini”

Ayah:”ayah hanya bisa ikhlas, ayah berterimah kasih atas kebaikanmu selama ini”

(keesokan harinya pemeriksaan pun dilakukan, ternyata jantung kiki cocok dengan putri)

Dokter:”kamu sudah siap kiki”

Kiki:”iya dokter, tapi berikan surat ini kepada putri”

(tak ada kata lagi yang keluar di mulut kiki, hanya ada air mata yang jatuh dipipi, jarum suntik dan goresan pisan yang menancap dikulit seakan tak terasa sama sekali, hanya ada rasa sedih bercampur bahagia)

(satu bulan kemudian…..)

Pak guru:”ayo maju putri”

Putri:”makasih pak guru, aku akan membacakan surat ini(surat pun dibacakan)
Hangatnya hidup yang takpernah kurasakan, dinginnya hinaan yang kuterima,membuat pecundang ini tak ada artinya, sebuah pengorbanan yang membuat pecundang ini berharga, pengorbanan yang tak terlalu berarti. Biarkan hadiah ini menyatu dengan jiwamu, agar hadiah ini merasakan kehangatan hidup yang kau rasakan. Terimalah hadiah ini sebagai hadiah terakhirku. Sebuah hadiah yang tak akan lepas dari jiwamu. Tak akan kau melihatku lagi meskipun darahku megalir dalam  jiwamu. Terimalah Hadiah kecil ini sahabatku. Jantung untuk sahabat

Kiki.

(semua orang bertepuk tangan, pada saat itu juga hendra menyesal atas perbuatanya kepada kiki)

Hendra:”aku telah melakukan kesalahan besar, sikapku sangat buruk, aku adalah anak yang tak berguna, aku sangat tak berguna”

(pulang sekolah Hendra pun pergi menemui ayah kiki dan meminta maaf atas kesalahannya)

Hendra:”maafkan aku, selama ini aku telah membenci dan menfitnah kiki, maafkan aku”

Ayah:”ini sudah takdir, kiki sudah menganggap bapak seperti ayahnya sendiri, tapi sudahlah yang lalu biarlah berlalu”

Hendra:”aku hanya bisa meminta maad, tolong anggap aku sebagai anakmu, aku akan berusaha seperti kiki, anak perian dan juga baik hati”

Pesan moral:

       Dari cerita di atas, pesan moral yang dapat kita ambil yaitu jangan sekali-kali menilai orang sebelum tahu siapa dia dan jangan menghakimi orang sebelum tahu apa yang terjadi, karena apa yang kita lihat belum tentu sama dan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Karakter seperti ini merupakan karakter yang sangat buruk pastinya akan menjadi fitnah kepada seseorang yang pastinya berujung penyesalan, hal ini bisa dilihat pada karakter hendra. Sebagai siswa, kita harus selalu tetap membantu orang tua, tapi perlu diingat bahwa pekerjaan sekolah juga harus tetap di prioritaskan, hal ini bisa dilihat pada karakter kiki. Dan juga kita harus memiliki karakter yang sengang membantu orang karena perbuatan baik kita akan dibalas dengan kebaikan juga, hal ini bisa dilihat pada karakter putri

Iklan

2 Comments Add yours

  1. iskandar ata berkata:

    Apa putri lugu dan pemalu

    Suka

  2. Unknown berkata:

    Terimah kasih telaj berkunjung!!!. Jangan lupa di share ya!!!😀😀😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.